Jumat, 05 November 2010

SEJARAH MUSIK GEREJA


 
  1. Musik
Kata musik berasal dari bahasa Yunani Moutikos yang berasal dari kata Mousa (Mousa) atau “Muse”, dalam bahasa Inggris. Menurut mitologi Yunani kata Mousa memiliki pengertian “seni dari kaum mousa”.
Definisi musik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998:602) adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan kombinasi dan hubungan temporal, untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan.
Erick Routley (1980:671) musik identik dengan nyanyian atau hymnologi dari kata latin “Hymus” artinya nyanyian pujian. Definisi dari kata Hymnus ini adalah “kemampuan dan ketrampilan melantunkan nyanyian pujian kepada Tuhan Allah. Asal mula menunjuk pada pemujaan kepada para dewa atau pahlawan. Istilah ini menjadi lazim dalam gereja yang menunjuk pada nyanyian pujian yang dilantunkan untuk memuliakan nama Tuhan Allah.

Ada beberapa ahli yang juga mengemukakan pandapat mereka tentang musik, yang pendapatnya dikutip oleh Senthia L Tangkau antara lain :
            Phytagoras seorang ahli matematika bangsa Yunani berpendapat bahwa ritme berkaitan dengan kehidupan fisik dan fungsi tubuh. Melodi berkaitan dengan keadaan jiwa, emosi dan mental, sedangkan harmoni berkaitan dengan keadaan roh. Dia mendefinisikan musik sebagai suatu system dari bunyi dan irama, yang berada dibawah pengaruh hokum matematika yang terdapat di alam ini, sehingga dalam pandangan ini musik merupakan sesuatu kekuatan yang aktif dan dapat mempengaruhi alam.
            Aristoteles seorang Yunani berpendapat bahwa musik adalah sesuatu yang dipakai untuk mengungkapkan dan meniru apa yang terdapat dalam hati atau jiwa seseorang, sehingga bila seseorang mendengarkan suatu jenis musik tertentu secara terus – menerus, ia akan dipengaruhi oleh apa yang didengarnya. Dengan kata lain musik dapat mempengaruhi jiwa, emosi, dan kepribadian seseorang.
            R. G. Esscher berpendapat bahwa musik adalah suatu gerakan, dan dalam totalitasnyamusik memiliki sifat – sifat ritmis, melodis dan harmonis, dan ia merupakan suatu energi psikis yang menyatakan dirinya melalui formasi nada – nada tertentu.
            Dari definisi – definisi diatas penulis menyimpulkan bahwa musik ternyata sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Apa yang dikatakan Luther memang benar bahwa musik adalah suatu karunia yang sangat indah dari Allah sendiri, yang diciptakan untuk memuliakan Nama-Nya. Luther berpendapat bahwa musik mempunyai suatu fungsi yang sangat penting dalam pendidikan dan etika, sehingga ia ingin semua anggota jemaat terlibat dalam musik ibadah. (Dr. Rhoderick McNeil : 100)
b.         Alat Musik
            Kata “alat” dalam Kamus Bahasa Indonesia (1998 : 20) artinyta sarana. Sedangkan kata “musik”(1998 :602) artinya nada atau suara yang disusun sedemikian rupa, sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat – alat yang dapat menghasilkans bunyi – bunyi itu).
            Definisi “alat musik” hasil dari dua gabungan kataini yaitu sarana yang digunakan untuk menghasilkan bunyi / suara yang indah, mengandung irama, lagu dan keharmonisan.

c.         Pertumbuhan Gereja

1)  Pertumbuhan
            Berasal dari kata “tumbuh” dalam Kamus Bahasa Indonesia (1998 : 968) artinya hidup dan berkembang.
Penulis menggambarkan ni seperti sebuah pohon yang tumbuh dimana proses pertumbuhannya dimulai dari akar, batang, daun, lalu membesar dan bertambah tinggi.
Hal ini sangat cocok bila diilustrasikan pada gereja – gereja yang berrtumbuh layaknya seperti pohon.


2)  Gereja
            Kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang berasal dari kata Ek artinya “keluar” dan Kaleo artinya “memanggil”. Definisi dari kata “Ekklesia” adalah “orang –orang yang dipanggil dari dunia ini dengan maksud membentuk suatu perkumpulan orang yang percaya”.
            Kata ini disebutkan sebanyak 115 kali dalam Perjanjian Baru Tiga kali kata ini digunakan oleh penulis Perjanjian Baru mengarah pada kelompok atau sekumpulan orang banyak (Kisah Rasul 19:32,39,41). Dua kali kata ini menunjuk pada anak – anak Israel dalam Perjanjian Lama (Keluaran 20:18, Kisah Para Rasul 7:3, Ibrani 2:12), sisanya sebanyak 110 kali dalam bentuk jamak (Ekklesiai) yang digunaikan menunjuk pada tubuh Kristus.
            Michael Griffith (1991 :3) berkata, kata “Eklerssia” merupakan suatu kata sekuler biasa untuk perkumpulan politik, atau sekumpulan orang yang dipanggil.
            Kata Churchdalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Yunani “Kyriakos”artinya Tuhan, sebagaimana Kyriake “Rumah Tuhan”.
            Istilah gereja dalam bahasa Ibrani untuk perkumpulan adalah “Qahal”. Istilah ini ditemukan kira – kira 100 kali dalam Perjanjian Lama,dan biasanya diterjemahkan “Jemaat”atau Perkumpulan.
            Pengertian istilah Qahal ini mengandung arti yang sangat luas karena dipergunakan untuk berbagai jenis perkumpulan dalam Perjanjian Lama.
            Konsep gereja dalam Perjanjian Baru mengandung dua unsure pengertian yaitu :
a)  Gereja Universil yang menunjuk pada seluruh umat yang percaya pada Kristus, baik yang disorga maupun yang disorga maupun yang dibumi (Ibrani 12 : 23).
            Istilah lain digunakan dengan makna yang sama ialah Gereja Yang Am, atau gereja yang tidak kelihatan (Imvisible).
            Dalam pengertian ini gereja dilihat sebagai organisme yang hidup, yaitu tubuh Kristus yang terdiri dari semua orang beriman sejati kepada Kristus.
b) Gereja Lokal menunjukan pada suatu jemaat yang kelihatan berkumpul disuatu tempat tertentu (1 Korintus 1:2, Tesalonika 1:1, Kisah para rasul 9:31). Istilah lain yang digunakan dalam arti yang sama ialah Gereja Yang Kelihatan (visible church).
            Dalam pengertian ini gereja dilihat sebagai suatu lembaga organisasi yang kelihatan (diklat ekklesiology STT Missio Dei).
            Didalam arti pertumbuhan gereja yang Alkitabiah akan nampak aspek – aspek pertumbuhan kuantitas dan kualitas.

Ø  Kuantitas
adalah jumlah orang percaya dalam suatu gereja. Kita tidak mungkin mmpertahankan pertumbuhan gereja, tanpa menambah jumlah orang percaya dalam gereja.
Dalam Alkitab perjanjian baru khususnya kisah para rasul , melaporkan adanya pertobatan – pertobatan individu (kisah para rasul 6:7). Angka pertumbuhan juga bukan hanya menobatkan jiwa – jiwa baru, tetapi harus dibangun menjadi jemat yang baru dan nyata, yaitu hadirnya gedung gereja baru.

Ø  Kualitas
Adalah mutu kehidupan organisme dalam gereja. Suatu gereja yang bertumbuh bukan hanya dilihat dari pertumbuhan kuantitas organisme dalam gereja, sebab bisa saja kuantitas itu diperoleh melalui imigrasi, biologis dan beragama.
Jadi dapat disimpulkan bahwa gereja yang bertumbuh adalah gereja yang pertumbuhannya seimbang, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.



B.        SEJARAH MUSIK GEREJA

            Untuk mengetahui sejarah perkembangan musik gereja dari zaman sebelum masehi sampai dengan modern, Ester Gunawan – Nasrani, MA.MM dalam diktat Perkembangan Musik Gereja menjelaskan dan membagi sejarah musik gereja menjadi 6 bagian antara lain sebagai berikut :



1)         Musik Yahudi, Yunani dan Romawi
-  Musik Yahudi
            Disekitar tahun 1000 SM, bangsa Yahudi telah mengembangkan budayanya sangat tinggi termasuk seni musiknya, yang merupakan bagian terpenting dalam kehidupa agamanya. Musik keagaman Yahudi mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan musik gereja Roma Katolik, terutama nyanyian antiphonal dan mencapai plainsong. Musik Yahudi berkembang dalam 2 tahap yang sangat berbeda yaitu :

a)         Musik Kenisah ( 1000 – 600 SM )
            Tahap ini perkembangan musik Yahudi mencapai puncak kesempurnaannya pada Musik Kenisah di Yerusalem, pada masa Raja Salomo ( 1006 – 966 SM ) menghendaki  agar nyanyian – nyanyian remi dalam ibadat orang Yahudi harus bersyairkan mazmur – mazmur. Susunan musik pada waktu itu dipengaruhi pula oleh sifat paralelisme.

Beberapa bentuk nyanyian pada waktu itu antara lain :
·                       Paralelime                 : Struktur ayat mazmur yang terdiri dari dua bagian sejajar
·                       Antiphonal                : Bernyanyi dengan bersahut – sahutan
·                      Chori Spezzati          : Sebuah lagu yang dibawakan oleh kelompok koor yang                             
                                                  Tempatnya terpisah.
·                       Responsorial             : Lagu solo yang dilanjutkan refrein yang dinyanyikan                                                                                           
                                                  Bersama – sama.


b)         Musik Sinagonal ( 500 SM )
            tahap ini mazmur – mazmur digunakan sabagai syair nyanyian – nyanyian tapi cara membawakannya sangat berbeda dengan gaya nyanyian Kenisah. Pada tahap ini musik Yahudi meggunakan dua gaya yaitu :
·         Silabis, merupakan gaya menyanyi yang paling sederhana, karena pada setiap suku kata dipakai hanya satu nada. Nada ini dapat berlainan terus menjadi melodi tanpa legatura.
·         Melismatis, merupakan gaya nyanyian dimana Melisma ( lagu nyanyian ) yang setiap satu kelompok nada digunakan untuk satu kata.
            Menurut Erick Routly (1980 – 671), muaik yang dipakai dalam ibadah orang Yahudi ada dua yaitu :
1)      Spontan, contoh dalam satu I Samuel 10 : 5, II Raja - Raja 3 : 15, I Samuel 16 : 3.
2)      Formal, contoh dalam I Tawarikh 15 : 16, II Tawrikh 5 : 2, II Samuel 5 : 11.  
Ada 3 tipe mazmur dalam ibadat Yahudi menurut Erick Routly yaitu :
  1. pujian, contoh Mazmur 141 : 1
  2. permohonan, Mazmur 80 : 1,2
  3. pengucapan syukur, Mqzmur 116 : 1 
Dijelaskannya juga bahwa ada 3 tipe mazmur dalam perjanjian baru yaitu :

  1. Manificat atau nyanyian Maria ( Lukas 1 : 46 – 55 )
  2. Benedictus atau nyanyian Zhakaria ( Lukas 1 : 13, 14 )
  3. Gloria In Exelcis Deo atau nyanyian Malaikat ( Lukas 2 : 13, 14 )
  4. Nunc Dimitris atau nyanyian Simeon ( Lukas 2 : 28 – 32 )

-Musik Yunani ( 1000 – 30 SM )                                              
            Bangsa Yunani selalu menghubungkan musik dengan mitos. Syair – syair dan drama diciptakan berdasarkan mitos – mitos, dan selalu digabungkan dengan musik, untuk kepentingan agama dan budaya pada umumnya.
            Musik Yunani merupakan musik kuno yang paling penting dalam sejarah musik, sebab merupakan musik yang berkembang pada awal, serta di gunakan sebagai contoh bagi bangsa –bangsa lain sertsa perkembangan musik selanjutnya. Setslah seorang filsuf Yunani yaitu Phytagoras menamukan ilmu tantang akustik yaitu berupa pembagian  nada atau interval : oktaf, kwint murni, kwant murni, dll.

-Musik Romawi
            Bangasa Romawi mengambil musik Yunani sebagai dasar musik mereka. Romawi mengembangkan  musik mereka. Romawi mengembangkan musik dengan jalan membuat melodi yang lebih halus, serta ritme yang lebih mudah disesuaikan dengan syairnya.

2)         Musik Pada Abad Pertengahan ( 800 – 1300 M )
            Musik pada abad ini dikategorikan dalam 2 jenis yaitu : musik keagamaan dan keduniawian.
            Musik keagamaan didalamnya musik untuk liturgi gereja. Teori musik mengalami kemajuan lebih lanjut pada abad pertengahan. Ada beberapa tokoh yang berpengaruh terhadap perkembangan dunia saat itu yaitu :
-Hucbalb dari flanders (840 – 930 masehi)
a. Memolopori penggunaan garis melodi paralel, untuk memberi suara lain dari melodi                                                
    pokok.
b. Mencoba mengembangkan melodi, melalui dasar –dasar ilmiah
-Guido D’Anezzo (995 – 930 masehi)
a. Menambahkan 2 garis pada garis para nada menjadi 4 buah
b. Memelopori menulis nada pada pitch tertentu ( misalnya nada C harus terletak pada   
    nada tertentu )
c. Menemukan system solfeggio, yaitu membaca tulisan musik dengan sistim solmisasi 
    yang dipergunakan sampai sekarang.

3)         Musik Pada Reformasi Protestan ( 1483 – 1846 M )
            Pentingnya musik pada dalam gereja Lutheran khususnnya pada abad ke – 16 mencerminkan pendapat Luther sendiri tentang musik. Ia seorang pencipta musik, penyanyi dan seorang komponis. Menurutnya musik adalah “ suatu karunia yang sangat indah dari Allah sendiri”. Ia menyatakan “ Saya perlu menempatkan musik hanya dibawah theology, dan memberinya pujian yang sangat tinggi”. Tidak seperti tokoh-tokoh reformasi lain, Luther sangat menghargai musik dari tradisi lama, dan ingin supaya kekayaan tradisi musik Polypony dipakai dalam ibadah. Warisan Luther yang paling penting pada musik Protestan adalah perkembangan nyanyian jemaat yang sederhana, yang memakai buku strafik (setiap ayat disusun dengan melodi yang sama). Dengan demikian setiap anggota jemaat lebih ikut serta menyanyikan lagu pujian dalam ibadah umum untuk pertama kali setelah seribu tahun lebih. Jenis lagu ini disebut Choral at Kirchenlied (lagu gereja), yang disebut “khoral”.
            Musik reformasi diluar Jerman tahun 1484 – 1531 Memperkenalkan seorang tokoh yang bernama Swingly.
            Swingly sama seperti Luther, seorang biarawan dan pastor yang berbakat dalam musik. Karena pandangan para tokoh di Zurich yang menganggap bahwa pemusik merupakan orang keduniawaan, maka ia berubah total.
            Tata ibadah yang dikarangnya tahun 1533 direvisi tahun 1525. unsure ritual hamper dihapus, dan musik sama sekali tidak digunakan. Tahun 1524 pemakaian organ dilarang, dan tiga tahun kemudian organ digereja Grossmunster ditiadakan, tidak ada suara organ digedung gereja hamper 350 tahun. Ia berpendapat bahwa musik dapat mengganggu konsentrasi pada saat berdoa dan dengar Firman Tuhan.

4)         Musik Gereja Pada Zaman Baroque, Renaissance dan klasik
- Musik Zaman Baroque
            Musik gereja merupakan dasar dari pada musik vocal pada umumnya. Dalam periode Baroque, musik instrumental dipergunakan secara menyolok dalam kebaktian digereja sebagai iringan. Bentuk musik gereja yang paling popular pada masa ini adalah Anthem, Oratorio, Cantata.
Orantorio : Suatu komposisi musik keagamaan yang dimainkan oleh solis, koor dan orkes. Bentuk oratorio ini mencapai bentuk kejayaannya pada masa komponis handel yaitu pada akhir zaman Baroque.
Cantata : merupakan tipe komposisi yang sangat penting pada zaman Baroque, hamper sama dengan oratorio, tapi lebih pendek dan lebih sederhana.

Musik Pada Zaman Klasik
            Zaman klasik ini sering disebut sebagai suatu peralihan antara zaman baroque menuju zaman romantic. Para ahli sejarah berpendapat bahwa zaman klasik merupakan suatu bentuk aliran baru, yang banyak dipengaruhi oleh struktur masyarakat pada waktu itu, yang banyak bergejolak yaitu revolusi Amerika dan revolusi Perancis. Jermaqn menjadi pusat perkembangan musik klasik waktu itu. Musik vocal keagamaan pada zaman klasik ini lebih tepat dipergelarkan untuk concert dari pada untuk gereja. Musik religi pada zaman klasik ini terdiri dari missa, motet dan oratorio.

5)         Musik Gereja Pada Zaman Romantik (1820-1900 M)
            Musik romantic lebih mementingkan ekspresi daripada bentuk yang indah dan suara yang murni. Bentuk musiknya sangat bebas, dan tidak mau terikat pada norma-norma lama.
            Musik romantic lebih mengungkapkan emosi serta ketegangan-ketegangan. Periode romantic banyak melahirkan komponis-komponis ajaib, yang mampu mencipta musik besar pada usia yang masih dini. Musik vocal dibidang religi yang berkembang pada saat itu adalah oratorio.

6)         Musik Gereja Pada Zaman Modern (1900-Sekarang)
            Abad 20 ini merupakan abad yang penuh dengan perubahan dan kemajuan. Revolusi besar-besaran di segala bidang berlangsung dengan cepat sekali. Pada abad 20 ini banyak timbul aliran dalam bidang komposisi diantaranya :
1.Neo-Impressionisme
2.Neo-Klasik
3.Neo-Romantik
4.Ekspresionisme

Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kiri disini
Kode Iklan anda yang ingin ada di sebelah kanan disini


Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Online

link

belajar berbagi jimmy kelmasa
 

Template by NdyTeeN